Materi IPS kelas 7 pertemuan 7

 Dinamika Kependudukan Indonesia

Dinamika penduduk akan selalu terjadi di setiap negara didunia tidak terkecuali
dengan Indonesia. Dinamika penduduk merupakan perubahan keadaan penduduk
yang dipengaruhi oleh berbagai hal. Berikut beberapa hal yang memengaruhi dinamika
penduduk.
1. Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu
bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk
dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan
migrasi (perpindahan). Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam
pertumbuhan penduduk Indonesia, maka kita perlu mengetahui faktor-faktor yang
memengaruhi kelahiran dan kematian. Faktor yang menunjang dan menghambat
kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut.

a.Kelahiran (natalitas)
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi
yang yang meninggal beberapa saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa
kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. Tinggi
rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada
struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan,
status pekerjaan wanita, serta pembangunan ekonomi.

b.Kematian (mortalitas)
Terdapat beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar (crude death
rate) dan tingkat kematian khusus (age specific death rate). Tingkat kematian
kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu
tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Tingkat kematian
khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
umur, jenis kelamin, dan pekerjaan.

c.Migrasi penduduk
Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang
menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan
menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah
tersebut. Dalam proses migrasi penduduk yang perlu diperhatikan seorang
migran dalam menentukan keputusan untuk pindah ke daerah lain yaitu faktor
persediaan sumber daya alam, faktor lingkungan sosial budaya, faktor potensi
ekonomi. Dengan mengetahui faktor-faktor di muka, setidaknya terhindar dari
akibat negatif.

Guna mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat
dilihat dari bentuk piramida penduduk. Oleh karena dengan melihat bentuk piramida Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII SMP/MTs Semester 1
16
penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anak-anak,
dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. Keadaan struktur penduduk
yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk piramida yang berbeda pula. Struktur
penduduk ada tiga jenis, yaitu piramida penduduk muda, piramida stasioner, dan
piramida penduduk tua.
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah
perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada
yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme, baik nasional maupun
internasional, selain itu ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas
penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari
suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi
dengan tujuan untuk menetap.
2. Persebaran Penduduk Indonesia

Persebaran atau distribusi penduduk merupakan suatu bentuk dari penyebaran
penduduk yang ada di suatu wilayah atau negara yang menunjukkan persebaran
penduduk di suatu wilayah tersebut tersebar merata atau tidak merata. Kepadatan
penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung kehidupan
penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia tidak sama.
Daya dukung lingkungan Pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan pulau-pulau
lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan yang
lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan
Sumatra. Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya.
Jadi, meskipun di Jawa daya dukung lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat
batas kemampuan wilayah tersebut dalam mendukung kehidupan.
a. Kepadatan penduduk di Indonesia
Persebaran penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian atau kepadatan
penduduk Indonesia yang tidak merata. Sekitar 60% penduduknya tinggal
di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas ± 6,9% dari luas wilayah daratan
Indonesia. Secara umum, tingkat kepadatan penduduk atau population density
dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan
luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu.
Kepadatan penduduk di tiap-tiap wilayah Indonesia tidaklah sama, hal ini tentu
saja menimbulkan permasalahan kependudukan. Permasalahan ini terkait
dengan penyediaan sarana dan prasarana sosial, kesempatan kerja, stabilitas
keamanan, serta pemerataan pembangunan.
Informasi kepadatan penduduk tiap daerah perlu diketahui untuk mengetahui
ada tidaknya gejala kelebihan penduduk (over population), untuk mengetahui
pusat-pusat aglomerasi penduduk, serta untuk mengetahui penyebaran dan
pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun budaya. Informasi-informasi tersebut
pada akhirnya akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan di
tiap-tiap daerah. Akibat dari tidak meratanya penduduk, yaitu luas lahan pertanian
di Jawa makin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan
industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara
optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Keadaan demikian tentunya
sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan
bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke Pulau Jawa,
antara lain karena pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan; sebagian besar

Comments

Popular posts from this blog

Materi IPS Kelas 9 Pertemuan 2