Materi kelas 7 pertemuan 3

Letak dan Luas Indonesia

Kalian tinggal di negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih kurang 13.000 pulau, baik besar maupun kecil. Terdapat lima pulau besar yang ada di Indonesia, yaitu Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jawa, dan Sumatra. Indonesia adalah negara yang terletak di Asia Tenggara dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2 . Indonesia memiliki luas perairan hampir tiga kali lebih besar daripada luas daratannya. Hal ini yang menyebabkan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan hayati laut terbesar di dunia. Indonesia menempati suatu lokasi di permukaan bumi. Hal inilah yang dinamakan dengan letak Indonesia. Berdasarkan letaknya, Indonesia dapat dijelaskan menjadi dua macam, yaitu letak astronomis atau letak absolut dan letak geografis atau letak relatif.

a. Letak astronomis

Letak astronomis adalah letak suatu tempat yang dibaca melalui hubungan antara posisi garis lintang dan garis bujur. Hubungan antara garis lintang dan garis bujur tersebut akan membentuk hubungan titik koordinat. Garis lintang adalah garis khayal yang membelah bumi menjadi beberapa bagian secara horizontal, sedangkan garis bujur merupakan garis yang membelah bumi menjadi beberapa bagian secara vertikal. Secara astronomis, Indonesia terletak pada 6ºLU – 11ºLS dan antara 95º BT – 141ºBT. Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia dilalui oleh garis ekuator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besarnya. Garis ekuator atau garis khatulistiwa terletak di garis lintang 0 derajat . Negara yang dilewati oleh garis ekuator memiliki musim tropis, yaitu negara yang hanya memiliki dua macam musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
1) Garis lintang dan bujur 
Letak astronomis dapat diartikan sebagai letak wilayah berdasarkan kedudukan garis lintang dan bujur. Garis lintang dan garis bujur merupakan garis khayal yang digunakan oleh para ahli untuk membagi bumi dengan berbagai tujuan. Biasanya, pembagian dengan garis bujur dan lintang tersebut digunakan untuk pembagian musim, waktu, dan sebagainya.
a) Garis lintang 
Garis lintang merupakan garis khayal pada peta atau globe yang sejajar dengan khatulistiwa. Garis khatulistiwa membelah bumi menjadi dua belahan utara dan belahan selatan. Garis lintang berguna untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari. Kota Pontianak dijuluki sebagai Kota Khatulistiwa karena garis lintang 0° persis berada di kota tersebut. Letak lintang tersebut menyebabkan Indonesia beriklim tropis yang membawa keuntungan bagi negara Indonesia. Iklim tropis tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
(1) Memiliki curah hujan yang tinggi. 
(2) Memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. 
(3) Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun. 
(4) Banyak terjadi penguapan, sehingga kelembapan udara cukup tinggi.

b) Garis bujur
Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan selatan bumi. Bumi dibagi menjadi 180° garis bujur timur (BT) dan 180° garis bujur barat (BB). Perhitungan garis bujur 0° dimulai dari Kota Greenwich, dekat Kota London. Garis bujur berguna untuk menentukan waktu suatu daerah. Setiap selisih garis bujur 15o , selisih waktunya satu jam. Pergeseran arah ke timur waktu maju, sedangkan ke arah barat waktu mundur.
Letak bujur tersebut membagi wilayah Indonesia ke dalam tiga daerah waktu berikut.
(1) Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan patokan garis bujur 105° BT, yang meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
(2) Waktu Indonesia Tengah (WITA) dengan patokan garis bujur 120° BT, yang meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
(3) Waktu Indonesia Timur (WIT), dengan patokan garis bujur 135° BT, yang meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Pengaruh keadaan astronomis Indonesia 
Letak astronomis di Indonesia memberikan banyak keuntungan antara lain Indonesia karena terletak di daerah tropis, yang berakibat pada: 
a) Suhu
Oleh karena Indonesia terletak di daerah garis khatulistiwa, maka Indonesia hampir selalu memiliki suhu yang tinggi karena sepanjang tahun selalu terkena matahari.
b. Cuaca 
Oleh karena suhu di Indonesia tidak berubah-ubah, maka rata-rata suhu hampir selalu sama sehingga cuaca di Indonesia tidak terlalu berbeda-beda. 
c) Iklim Oleh karena Indonesia diapit dua benua, menyebabkan Indonesia mengalami perubahan musim setiap enam bulan sekali. Hal tersebut menyebabkan curah hujan yang tinggi di Indonesia, sehingga Indonesia termasuk wilayah tropis (curah hujan tinggi). 
d) Musim 
Letak geografis Indonesia yang berada di antara Asia dan Australia telah memengaruhi keadaan musim di Indonesia, yaitu musim hujan, kemarau, dan pancaroba. 
e) Flora 
Oleh karena Indonesia memiliki lautan dan pegunungan, jadi Indonesia memiliki lebih dari 10% jenis tanaman di dunia. 
f) Fauna 
Oleh karena dahulu wilayah Indonesia tergabung dengan Asia, dan Australia, maka fauna di Indonesia merupakan campuran dari fauna Asia dan Australia.

Secara astronomis, wilayah Indonesia berada di antara 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT. Berdasarkan letak astronomis, maka keberadaan pulau terluar adalah sebagai berikut. 
a) Wilayah Indonesia paling utara terletak di Pulau Weh (6° LU).
 b) Wilayah Indonesia paling selatan terletak di Pulau Roti (11° LS). 
c) Wilayah Indonesia paling barat terletak di Kota Sabang (95° BT). 
d) Wilayah Indonesia paling timur terletak di Kota Merauke (141° BT).


Comments

Popular posts from this blog

Materi IPS Kelas 9 Pertemuan 2