Materi kelas 8 pertemuan 4
Interaksi Anternegara-Negara ASEAN
Interaksi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti, yakni melakukan aksi, berhubungan, memengaruhi, dan antarhubungan. Secara garis besar, interaksi merupakan hubungan antarnegara dan bangsa dunia dapat juga dikatakan secara internasional. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan tersebut, dapat dikatakan bahwa interaksi antarbangsa dan negara dapat pula dikatakan sebagai hubungan internasional.
1. Pengertian, Faktor Pendorong, dan Penghambat Kerja Sama
Organisasi internasional dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi antarnegara dalam berbagai bidang. Contohnya, Association of South East Asian Nation (ASEAN) yang merupakan salah satu organisasi internasional yang bersifat kawasan atau region. Kerja sama adalah menjalin hubungan antara dua negara atau lebih demi mencapai suatu kesepakatan. Terdapat faktor pendorong dan penghambat dalam kerja sama sebagai berikut.
a. Faktor Pendorong
b. Faktor Penghambat
Beberapa hambatan dalam kerja sama kerja di ASEAN sebagai berikut.
Interaksi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti, yakni melakukan aksi, berhubungan, memengaruhi, dan antarhubungan. Secara garis besar, interaksi merupakan hubungan antarnegara dan bangsa dunia dapat juga dikatakan secara internasional. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan tersebut, dapat dikatakan bahwa interaksi antarbangsa dan negara dapat pula dikatakan sebagai hubungan internasional.
Organisasi internasional dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi antarnegara dalam berbagai bidang. Contohnya, Association of South East Asian Nation (ASEAN) yang merupakan salah satu organisasi internasional yang bersifat kawasan atau region. Kerja sama adalah menjalin hubungan antara dua negara atau lebih demi mencapai suatu kesepakatan. Terdapat faktor pendorong dan penghambat dalam kerja sama sebagai berikut.
Sebuah negara tidak mungkin hidup menyendiri. Setiap negara butuh hubungan dan kerja sama dengan negara lain dalam berbagai hal. Apalagi jika negara-negara tersebut saling berdekatan wilayahnya seperti di kawasan Asia Tenggara ini. Sebagai contoh, kerja sama bidang perdagangan (untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi), kerja sama bidang keamanan dan ketertiban, dukungan politik internasional, dan masih banyak lagi. Mengapa kerja sama antarnegara-negara kawasan Asia Tenggara penting? Berdasar pengalaman masa lalu hingga saat ini, paling tidak terdapat beberapa faktor penting. Beberapa faktor penting yang dimaksud paling tidak meliputi:
1) Faktor kesamaan nasib dan sejarah
Semua negara-negara di kawasan Asia Tenggara sama-sama mengalami penjajahan oleh bangsa lain (kecuali Thailand). Selain itu bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara sudah lama menjalin hubungan baik. Ingat, dulu pernah berkembang dua kerajaan besar yang menyatukan bangsa-bangsa di kawasan ini, yakni Kerajaan Sriwijaya (abad ke-5) yang berpusat di Palembang dan Kerajaan Majapahit (± abad ke-7) yang berpusat di pulau Jawa. Bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara dewasa ini mayoritas juga sebagai negara berkembang (kecuali Singapura).
2) Faktor kedekatan geografis Bagaimanapun, wilayah negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, saling berdekatan satu sama lain (perhatikan kembali peta negara-negara di kawasanAsia Tenggara). Oleh karena itu, demi terjaganya stabilitas pada masing-masing negara di kawasan ini butuh jalinan kerja sama yang baik dan terus-menerus.
3) Faktor strategisnya letak kawasan
Sejak dulu, kawasan Asia Tenggara menjadi jalur lalu-lintas internasional yang ramai. Barangkali hal tersebut wajar, sebab letak kawasan ini memang strategis. Namun demikian letak yang strategis ternyata mempunyai sisi positif dan negatif.
Beberapa hambatan dalam kerja sama kerja di ASEAN sebagai berikut.
1) Ideologi negara berbeda. Perbedaan ideologi dapat menghambat kerja sama antarnegara.
2) Konflik dan peperangan. Kondisi politik dan keamanan suatu negara tidaklah sama. Ada yang kondisi akibat konflik di dalam negeri atau peperangan. Kondisi ini akan menghambat kerja sama negara anggota ASEAN.
3) Kebijakan perdagangan yang merugikan negara lain. Dalam suatu negara sering menerapkan kebijakan yang bertujuan melindungi industri dalam negeri dan meningkatkan daya saing. Dampak kebijakan ini juga dapat mempengaruhi hubungan antarnegara sehingga menghambat kerja sama yang harmonis.
4) Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara. Kerja sama dibutuhkan bagi perkembangan dan masa depan negara di dunia. Akan tetapi, dalam kerja sama antarnegara tiap-tiap negara memiliki kepentingan yang berbeda. Perbedaan ini dapat menghambat kerja sama yang harmonis.
Comments
Post a Comment