Materi kelas 8 pertemuan 7
Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan terhadap Kehidupan
di Negara-Negara ASEAN
Dengan adanya kondisi negara-negara anggota ASEAN yang memiliki kondisi alam dan
sosial cenderung homogen dan saling membutuhkan bertujuan untuk mempermudahkan
dalam melakukan berbagai bentuk interaksi antarnegara. Interaksi dapat terjadi dalam
bentuk kerja sama di berbagai bidang yang ada di kawasan ASEAN.
1. Perubahan Ruang dan Interaksi antarruang Akibat Faktor Alam
Kondisi sosial dan kondisi alam di negara-negara ASEAN yang relatif homogen
dan saling membutuhkan memudahkan interaksi antara satu negara dan negara
lainnya. Interaksi tersebut terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang di
kawasan ASEAN. Terdapat berbagai faktor yang menimbulkan berbagai bentuk
interaksi antara negara tersebut, antara lain faktor iklim dan faktor geologi.
a. Faktor Iklim
Iklim dapat diartikan sebagai keadaan rata-rata cuaca pada suatu kawasan
yang luas dan dalam jangka waktu yang lama (biasanya dapat berubah secara
bertahap dalam 11 hingga 30 tahun). Iklim memiliki pengaruh yang besar
terhadap kehidupan manusia, baik dalam bidang politik, ekonomi, pertahanan,
sosial, maupun kebudayaan dalam suatu negara atau kawasan tertentu. Iklim
yang umumnya menentukan dominasi-dominasi mata pencarian tertentu dari
suatu negara-negara berkembang maupun negara miskin.
Pada umumnya, negara-negara yang terdapat di Asia Tenggara beriklim tropis.
Hal ini dikarenakan letak geografis yang dimiliki oleh Asia Tenggara. Secara
geografis, Asia Tenggara terletak pada 28o LU−11o LS dan 93o BT dan 141o BT.
hal tersebut membuktikan bahwa Asia Tenggara terletak di daerah lintang rendah
yang mampu menyebabkan iklim tropis. Selain itu, penyebab lain Asia Tenggara
beriklim tropis adalah Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan bumi yang
dilewati oleh garis ekuator atau yang dikenal sebagai garis khatulistiwa. Iklim
tropis di kawasan Asia Tenggara ini ditandai oleh beberapa hal, antara lain
memperoleh cahaya matahari denganbaik sehingga menyebabkan suhu udara
tinggi (27o C), panas sepanjang tahun, serta adanya curah hujan yang tinggi di
beberapa wilayah.
di Negara-Negara ASEAN
Dengan adanya kondisi negara-negara anggota ASEAN yang memiliki kondisi alam dan
sosial cenderung homogen dan saling membutuhkan bertujuan untuk mempermudahkan
dalam melakukan berbagai bentuk interaksi antarnegara. Interaksi dapat terjadi dalam
bentuk kerja sama di berbagai bidang yang ada di kawasan ASEAN.
1. Perubahan Ruang dan Interaksi antarruang Akibat Faktor Alam
Kondisi sosial dan kondisi alam di negara-negara ASEAN yang relatif homogen
dan saling membutuhkan memudahkan interaksi antara satu negara dan negara
lainnya. Interaksi tersebut terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang di
kawasan ASEAN. Terdapat berbagai faktor yang menimbulkan berbagai bentuk
interaksi antara negara tersebut, antara lain faktor iklim dan faktor geologi.
a. Faktor Iklim
Iklim dapat diartikan sebagai keadaan rata-rata cuaca pada suatu kawasan
yang luas dan dalam jangka waktu yang lama (biasanya dapat berubah secara
bertahap dalam 11 hingga 30 tahun). Iklim memiliki pengaruh yang besar
terhadap kehidupan manusia, baik dalam bidang politik, ekonomi, pertahanan,
sosial, maupun kebudayaan dalam suatu negara atau kawasan tertentu. Iklim
yang umumnya menentukan dominasi-dominasi mata pencarian tertentu dari
suatu negara-negara berkembang maupun negara miskin.
Pada umumnya, negara-negara yang terdapat di Asia Tenggara beriklim tropis.
Hal ini dikarenakan letak geografis yang dimiliki oleh Asia Tenggara. Secara
geografis, Asia Tenggara terletak pada 28o LU−11o LS dan 93o BT dan 141o BT.
hal tersebut membuktikan bahwa Asia Tenggara terletak di daerah lintang rendah
yang mampu menyebabkan iklim tropis. Selain itu, penyebab lain Asia Tenggara
beriklim tropis adalah Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan bumi yang
dilewati oleh garis ekuator atau yang dikenal sebagai garis khatulistiwa. Iklim
tropis di kawasan Asia Tenggara ini ditandai oleh beberapa hal, antara lain
memperoleh cahaya matahari denganbaik sehingga menyebabkan suhu udara
tinggi (27o C), panas sepanjang tahun, serta adanya curah hujan yang tinggi di
beberapa wilayah.
b.Faktor Geologi
Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada
di permukaan bumi. Secara geologis, wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur
pegunungan muda dunia, yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan
Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Adanya dua jalur pegunungan
tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan
rawan terjadinya gempa bumi.
Dengan adanya faktor geologi mengakibatkan berbagi bencana seperti halnya
di Indonesia, gempa bumi dan tsunami juga melanda negara-negara tetangga.
Sebagai contoh, gempa bumi dan tsunami yang melanda Indonesia pada tanggal
26 Desember 2004 juga dialami oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara
dan Asia Selatan. Negara-negara yang ikut terkena dampak gempa bumi dan
tsunami adalah Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand, India, Sri Lanka, dan
Bangladesh. Selain itu, negara tetangga yang wilayahnya rawan terjadi gempa
dan tsunami adalah negara Filipina dan Jepang. Hal ini dikarenakan negara
negara tersebut berbentuk kepulauan dan secara geologis terletak di daerah
labil, yaitu daerah pertemuan antarlempeng tektonik.
c.
Faktor Ketersediaan Sumber Daya Alam
Berbagai jenis sumber daya alam terdapat di kawasan Asia Tenggara. Sumber
daya itu tersebar di berbagai negara. Sumber daya itu dapat dibedakan menjadi
sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.
1) Penyebaran potensi sumber daya alam di laut
Laut-laut yang ada di wilayah Asia Tenggara, seperti Laut Jawa, Laut
Timor, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Tiongkok Selatan, Laut Sulu, Laut
Natuna, Teluk Siam, dan Laut Andaman. Perairan di kawasan Asia Tenggara
mempunyai potensi sumber daya alam. potensi sumber daya alam laut di
kawasan Asia Tenggara, antara lain sumber air hujan utama bagi beberapa
negara melalui proses penguapan dan gerakan angin muson, sumber bahan
tambang di dasar laut berupa minyak bumi, gas, timah, dan bauksit, sumber
bahan baku pembuatan garam, prasarana transportasi yang relatif murah,
sumber bahan makanan berupa ikan, udang dan rumput laut, serta pantai
dan laut merupakan tempat wisata bahari, seperti memancing, berlayar,
surfing, snorkling, dan scuba diving (menyelam).
Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada
di permukaan bumi. Secara geologis, wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur
pegunungan muda dunia, yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan
Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Adanya dua jalur pegunungan
tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan
rawan terjadinya gempa bumi.
Dengan adanya faktor geologi mengakibatkan berbagi bencana seperti halnya
di Indonesia, gempa bumi dan tsunami juga melanda negara-negara tetangga.
Sebagai contoh, gempa bumi dan tsunami yang melanda Indonesia pada tanggal
26 Desember 2004 juga dialami oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara
dan Asia Selatan. Negara-negara yang ikut terkena dampak gempa bumi dan
tsunami adalah Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand, India, Sri Lanka, dan
Bangladesh. Selain itu, negara tetangga yang wilayahnya rawan terjadi gempa
dan tsunami adalah negara Filipina dan Jepang. Hal ini dikarenakan negara
negara tersebut berbentuk kepulauan dan secara geologis terletak di daerah
labil, yaitu daerah pertemuan antarlempeng tektonik.
c.
Faktor Ketersediaan Sumber Daya Alam
Berbagai jenis sumber daya alam terdapat di kawasan Asia Tenggara. Sumber
daya itu tersebar di berbagai negara. Sumber daya itu dapat dibedakan menjadi
sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.
1) Penyebaran potensi sumber daya alam di laut
Laut-laut yang ada di wilayah Asia Tenggara, seperti Laut Jawa, Laut
Timor, Laut Arafuru, Laut Sulawesi, Laut Tiongkok Selatan, Laut Sulu, Laut
Natuna, Teluk Siam, dan Laut Andaman. Perairan di kawasan Asia Tenggara
mempunyai potensi sumber daya alam. potensi sumber daya alam laut di
kawasan Asia Tenggara, antara lain sumber air hujan utama bagi beberapa
negara melalui proses penguapan dan gerakan angin muson, sumber bahan
tambang di dasar laut berupa minyak bumi, gas, timah, dan bauksit, sumber
bahan baku pembuatan garam, prasarana transportasi yang relatif murah,
sumber bahan makanan berupa ikan, udang dan rumput laut, serta pantai
dan laut merupakan tempat wisata bahari, seperti memancing, berlayar,
surfing, snorkling, dan scuba diving (menyelam).
2)Penyebaran potensi sumber daya alam di darat
Daratan menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar.
Sebagian besar kebutuhan manusia tersedia di wilayah daratan. Berikut
potensi sumber daya alam yang ada di daratan.
Daratan menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat besar.
Sebagian besar kebutuhan manusia tersedia di wilayah daratan. Berikut
potensi sumber daya alam yang ada di daratan.
a)Hutan
Kawasan Asia Tenggara lebih dari 50% ditumbuhi hutan. Hutan
menghasilkan berbagai jenis kayu. Hutan di Asia Tenggara terdiri atas
beberapa jenis, antara lain hutan hujan tropis (khatulistiwa), hutan monsun
tropis, hutan belukar, hutan gunung, hutan pantai, dan hutan rawa.
Sebagian besar jenis hutan yang tumbuh adalah hutan hujan tropis.
Kawasan Asia Tenggara lebih dari 50% ditumbuhi hutan. Hutan
menghasilkan berbagai jenis kayu. Hutan di Asia Tenggara terdiri atas
beberapa jenis, antara lain hutan hujan tropis (khatulistiwa), hutan monsun
tropis, hutan belukar, hutan gunung, hutan pantai, dan hutan rawa.
Sebagian besar jenis hutan yang tumbuh adalah hutan hujan tropis.
b)Pertanian
Di negara-negara Asia Tenggara, kecuali Singapura, Brunei Darussalam,
dan Malaysia, lebih dari 50% penduduk bekerja di bidang pertanian.
Jenis tanaman yang diusahakan dibedakan menjadi tanaman pangan
dan tanaman perdagangan.
(1) Pertanian tanaman pangan
Tanaman pangan yang utama adalah padi. Padi ditanam di seluruh
negara di Asia Tenggara, kecuali Singapura. Negara penghasil padi
yang utama, yaitu Indonesia, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.
Bahkan, hasil padi dari Thailand, Myanmar, dan Vietnam diekspor.
Penanaman padi banyak dilakukan di kawasan Asia Tenggara
karena faktor sebagai berikut.
(a) Terdapat banyak dataran rendah yang rata seperti lembah
sungai, delta, dan dataran pantai.
(b) Curah hujan tahunan 1.500–3.000 mm.
(c) Suhu udara tinggi (25–30° C).
(d) Jenis tanahnya adalah aluvial dan bahan gunung api yang subur.
(e) Pengairan cukup mudah.
(f) Tersedia banyak tenaga kerja.
(2) Pertanian tanaman perdagangan
Tanaman perdagangan utama di kawasan Asia Tenggara adalah
karet dan kelapa sawit. Kedua jenis tanaman ini banyak diusahakan
di negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sebagian besar
karet dunia dihasilkan dari ketiga negara tersebut. Asia Tenggara
memasok lebih dari 70% kebutuhan kelapa sawit dunia. Negara yang
menghasilkan banyak kelapa sawit adalah Malaysia dan Indonesia.
Kelapa sawit banyak ditanam di daerah Semenanjung Malaysia dan
Sabah (Malaysia) serta Kalimantan dan Sumatra (Indonesia).
Tanaman perdagangan yang lain adalah tebu, kelapa, teh, abaka,
dan jute. Kawasan Asia Tenggara menghasilkan sekitar 80% gula
dunia. Negara Filipina adalah penghasil gula terbesar di Asia
Tenggara. Daerah utama penghasil tebu adalah Dataran Tengah
Luzon dan Kepulauan Visayan (Negros, Pane, dan Cebu) di Filipina
dan Indonesia (Jawa, Kalimantan, dan Sumatra). Teh tumbuh subur
di dataran tinggi yang berhawa sejuk dan cukup air. Teh banyak
dihasilkan di Dataran Tinggi Cameron (Malaysia) dan Priangan
(Jawa, Indonesia).
Kelapa tumbuh subur di daerah pantai yang panas dan lembap
sepanjang tahun. Filipina adalah penghasil terbesar kelapa di
Asia Tenggara. Kelapa banyak dihasilkan dari Kepulauan Visayan
(Pulau Samar dan Cebu) di Filipina dan pantai barat Sumatra
(Indonesia). Cebu menjadi pusat pengumpulan dan pemrosesan
kopra (kelapa kering) yang utama. Filipina menghasilkan abaka
dalam jumlah besar di Asia Tenggara. Serat abaka digunakan
untuk membuat tali. Jute tumbuh subur di daerah delta berawal
di muara Sungai Iriawadi, Myanmar. Serat jute banyak digunakan
untuk membuat karung goni.
Di negara-negara Asia Tenggara, kecuali Singapura, Brunei Darussalam,
dan Malaysia, lebih dari 50% penduduk bekerja di bidang pertanian.
Jenis tanaman yang diusahakan dibedakan menjadi tanaman pangan
dan tanaman perdagangan.
(1) Pertanian tanaman pangan
Tanaman pangan yang utama adalah padi. Padi ditanam di seluruh
negara di Asia Tenggara, kecuali Singapura. Negara penghasil padi
yang utama, yaitu Indonesia, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.
Bahkan, hasil padi dari Thailand, Myanmar, dan Vietnam diekspor.
Penanaman padi banyak dilakukan di kawasan Asia Tenggara
karena faktor sebagai berikut.
(a) Terdapat banyak dataran rendah yang rata seperti lembah
sungai, delta, dan dataran pantai.
(b) Curah hujan tahunan 1.500–3.000 mm.
(c) Suhu udara tinggi (25–30° C).
(d) Jenis tanahnya adalah aluvial dan bahan gunung api yang subur.
(e) Pengairan cukup mudah.
(f) Tersedia banyak tenaga kerja.
(2) Pertanian tanaman perdagangan
Tanaman perdagangan utama di kawasan Asia Tenggara adalah
karet dan kelapa sawit. Kedua jenis tanaman ini banyak diusahakan
di negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sebagian besar
karet dunia dihasilkan dari ketiga negara tersebut. Asia Tenggara
memasok lebih dari 70% kebutuhan kelapa sawit dunia. Negara yang
menghasilkan banyak kelapa sawit adalah Malaysia dan Indonesia.
Kelapa sawit banyak ditanam di daerah Semenanjung Malaysia dan
Sabah (Malaysia) serta Kalimantan dan Sumatra (Indonesia).
Tanaman perdagangan yang lain adalah tebu, kelapa, teh, abaka,
dan jute. Kawasan Asia Tenggara menghasilkan sekitar 80% gula
dunia. Negara Filipina adalah penghasil gula terbesar di Asia
Tenggara. Daerah utama penghasil tebu adalah Dataran Tengah
Luzon dan Kepulauan Visayan (Negros, Pane, dan Cebu) di Filipina
dan Indonesia (Jawa, Kalimantan, dan Sumatra). Teh tumbuh subur
di dataran tinggi yang berhawa sejuk dan cukup air. Teh banyak
dihasilkan di Dataran Tinggi Cameron (Malaysia) dan Priangan
(Jawa, Indonesia).
Kelapa tumbuh subur di daerah pantai yang panas dan lembap
sepanjang tahun. Filipina adalah penghasil terbesar kelapa di
Asia Tenggara. Kelapa banyak dihasilkan dari Kepulauan Visayan
(Pulau Samar dan Cebu) di Filipina dan pantai barat Sumatra
(Indonesia). Cebu menjadi pusat pengumpulan dan pemrosesan
kopra (kelapa kering) yang utama. Filipina menghasilkan abaka
dalam jumlah besar di Asia Tenggara. Serat abaka digunakan
untuk membuat tali. Jute tumbuh subur di daerah delta berawal
di muara Sungai Iriawadi, Myanmar. Serat jute banyak digunakan
untuk membuat karung goni.
Comments
Post a Comment